"Kami sudah menyiapkan tim ahli hukum dan ekonomi untuk class action ini," kata ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PPIPNU) Idy Muzzayad dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Rabu (21/5/2008).
Disampaikan dia, dalam semiloka kaum muda NU - Muhammadiyah yang digelar 17-19 Mei lalu, kedua kelompok kaum muda itu kompak menolak rencana kenaikan BBM. Mereka tidak sepakat dengan asumsi dan retorika pemerintah yang menyatakan kenaikan BBM adalah satu-satunya pilihan tersulit yang harus diambil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kaum muda NU - Muhammadiyah menilai, keputusan menaikkan harga BBM adalah cacat secara moral, hukum, ekonomi, dan politik. "Untuk itu, kebijakan ini harus dilawan," pungkas Idy. (nvt/nrl)











































