"Dia pesan waktu saya jadi gubernur. Hati-hati menangani Jakarta, tidak sederhana. Dan beliau selalu mengingatkan saya, zaman sudah berubah. Tidak bisa lagi saya gunakan cara-cara yang seperti beliau saat memerintah Jakarta dulu," kata pria yang akrab disapa Foke ini.
Hal itu disampaikan Foke saat melayat di rumah duka di Jalan Borobudur No 2, Menteng, Jakarta Pusat Rabu (21/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa penghargaan yang paling besar yang bisa diberikan untuk beliau adalah kalau kita bisa membangun dan menyejahterakan warga. Setiap kali pesannya itu, jangan lupa untuk melayani orang Jakarta," ujarnya.
Meski lama memimpin Jakarta, jenazah Bang Ali tidak akan disemayamkan di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan. "Saya kan jadi anggota keluarga beliau juga. Saya juga dianggap anak yang lebih tua, dan saya tidak sepakat. Pak Ali kan meninggal di Singapura masa dibawa keliling-keliling kota lagi. Jadi kita antarkan dengan cara yang lebih baik," lanjutnya. (ken/ken)











































