Rangkaian atraksi budaya dibuka oleh tari Saman dari Aceh. Uniknya, malam ini adalah tari Saman paling kolosal yang pernah ditampilkan di Indonesia selama ini. Tampilan 600 penari plus pemusik itu mendapat sambutan meriah hadirin.
Semangat dan kehangatan yang telah terbangun, diteruskan dengan atraksi perkusi gabungan dari seluruh daerah Nusantara. Atraksi 500 penabuh rebana dan ketipung itu dilanjutkan kemudian oleh 169 orang pemain Dol yang datang dari Bengkulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak ketinggalan marching band dari taruna AAL, AAU, AKMIL dan AKPOL. Sementara para senior mereka tampil setelah itu membawakan atraksi bela diri tangan kosong dan anti huru-hara disusul kemudian kolone senapan.
Puncaknya adalah prosesi penyalaan obor dan pencanangan "Indonesia Bisa" oleh Kepala Negara. Sebanyak 40 anak berprestasi, 100 pembawa Merah Putih dan 250 pembentang bendera raksasa mengiringi Zefrizal Nanda Mardani dan Laila Mauhibah yang bertindak sebagai pembawa obor dan naskah.
Acara ditutup dengan menyanyikan bersama 3 lagu wajib karya Alfred Simandjutak, Ibu Sud dan C. Simandjutak. Yaitu lagu 'Bangun Pemudi Pemuda', 'Berkibarlah Benderaku' dan 'Maju Tak Gentar'.
Sebelum itu seratusan anak-anak usia SD mengenakan kostum tentara, petani, insinyur, dokter, perawat, dan aneka profesi menyemarakkan lapangan. Mereka menutup acara dengan manis sekali. (lh/ken)










































