Orang Gila Lepas Pawai Akbar Harkitnas di Pekanbaru

Orang Gila Lepas Pawai Akbar Harkitnas di Pekanbaru

- detikNews
Selasa, 20 Mei 2008 15:38 WIB
Pekanbaru - Setiap ada pawai akbar dilepas seorang pejabat, itu hal yang biasa. Tapi kali ini, memperingati 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional di Pekanbaru justru pawai akbar dilepas orang gila. Bagaimana jadi?

Ada yang tidak lazim dalam memperingati 100 tahun Harkitnas di Pekanbaru. Pawai akbar yang digelar Dewan Kesenian Riau (DKR) bukan melibatkan pejabat pemeritah daerah. Tapi kali ini orang-orang seniman itu justru melibatkan orang gila.

Pawai akbar dilaksanakan di Purna MTQ Nasional atau disebut Komplek Badar Serai, Jl Sudirman Pekanbaru. Ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat berkumpul dalam rangka menyambut 100 tahun Harkitnas. Mereka akan melakukan konvoi bersama keliling kota Pekanbaru melalui jalur protokol Sudirman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagin mereka ada mengendarai sepeda motor dan sebagian perserta lagi membawa mobil dan truk. Ketika rombongan ini akan berkeliling kota, pawai akbar ini tidak dilepas pejabat pemerintah daerah. Tapi pihak panitia justru membawa orang gila bernama Apen (45).

Orang gila yang sering terlihat di Kota Pekanbaru berpakaian kumuh itu, justru didaulat panitia untuk melepas pawai. Kehadiran orang gila ini tentulah menjadi perhatian massa. Sorak gembira terpancar dari mereka yang akan mengikuti pawai akbar itu.

Sebelum melepas pawai itu, orang gila yang berpakaian jeket hitam dengan rambut gimbal tak terurus itu, diberikan pegarahan oleh pihak panitia. Panitia menginstruksikan pada orang gila itu, bahwa bila sampai hitungan ketiga, tiang bendera harus diangkat ke atas bertanda pawai berjalan.

Tapi dasar orang gila, panitia sudah menghitung sampai ketiga dengan alat pengeras suara, bendera itu tidak juga diangkat orang gila itu. Tetap saja tiang bendera menghalangi ke jalan secara vertikal. Tak pelak lagi tingkah orang gila ini mengundang senyum dan tawa perserta pawai. Sekalipun disorakin, orang gila ini tetap saja santai dan merasa tidak bersalah.

Akhirnya hitungan pun kembali diulang. Agar tidak terjadi kesalahan kedua kalinya, panitia mendampingi orang gila itu. Begitu hitungan ketiga, tangan orang gila ini dipandu panitia untuk menaikan tiang bendera secara horizontal. Akhirnya, para peserta pawai pun berjalan keliling kota. Sampai melepas peserta pawai, uniknya, orang gila tadi pun spontan melambaikan tangannya.

Lantas mengapa panitia melibatkan orang gila itu? Menurut Ketua DKR Eddi Ahmad RM kepada detikcom, Selasa (20/5/2008), ini unsur kesengajaan panitia sebagai salah satu bentuk protes kepada pemerintah yang akan menaikan harga BBM.

"Ini sebagai bentuk protes kami kepada pemeritahan SBY-JK yang akan menaikan harga BBM. Pemerintah sekarang ini tidak jauh beda dengan yang melepas pawai akbar tadi (orang gila-red)," ketus seniman yang juga anggota DPRD Riau itu. Ada-ada saja.
(cha/ary)


Berita Terkait