Gen tersebut disarikan peneliti-peneliti dari Australia dan Amerika Serikat dari spesimen Harimau Tasmania yang sudah 100 tahun diawetkan. Gen tersebut berhasil dihidupkan dan berkembang di embrio tikus.
"Ini adalah pertama kalinya DNA dari spesies yang telah punah digunakan untuk memunculkan respons fungsional pada organisme hidup lain," kata ketua tim peneliti Andrew Pask dari Universitas Melbourne, seperti dilansir AFP, Selasa (20/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa jasad Harimau Tasmania yang bernama ilmiah thylacine ini diawetkan dalam alkohol. Dari salah satu jasad yang disimpan di Museum Victoria di Melbourne itulah para peneliti mendapatkan gen yang hidup dari kerabat Tasmanian Devil itu.
"Setelah dipastikan DNA itu sebagai thylacine sejati, lalu dimasukkan ke dalam embrio tikus dan kemudian dianalisis fungsinya," kata Pask.
"DNA thylacine bangkit kembali, menunjukkan sebuah fungsi di embrio tikus, yang kemudian membentuk tulang," lanjutnya.
Hasil penelitian ini akan dikeluarkan dalam jurnal sains PLoS ONE Selasa ini. "Penelitian ini memiliki potensi besar untuk banyak kegunaan termasuk pengembangan obat dan meraih pemahaman lebih baik mengenai biologi hewan yang punah," kata anggota tim peneliti Richard Behringer dari Universitas Texas.
Meski mirip anjing, secara garis evolusi, Harimau Tasmania lebih dekat ke keluarga marsupial. Posisinya sebagai karnivora utama di benua Australia dan Tasmania membuat Harimau Tasmania berkembang menuju fisiografi anjing. (aba/fay)











































