Pria Tanpa Kaki Pimpin Demo, Tuntut Hak Dipilih dalam Pemilu

Pria Tanpa Kaki Pimpin Demo, Tuntut Hak Dipilih dalam Pemilu

- detikNews
Selasa, 20 Mei 2008 11:19 WIB
Jakarta - Seabad Kebangkitan Nasional yang jatuh pada hari ini diperingati penyandang cacat dengan berunjuk rasa di Bunderan HI, Jakarta. Mereka menuntut penyandang cacat memiliki hak dipilih dalam Pemilu.

"Negara harusnya bisa melindungi hak-hak kami, tapi yang ada hak-hak kami justru dibatasi," kata koordinator aksi, Jumono, dalam orasinya di Bunderan HI, Jakarta, Selasa (20/5/2008).

Jumono yang tak memiliki kedua kaki itu memimpin demonstrasi dengan digendong oleh seorang rekannya. Kursi roda yang biasa dipakainya ternyata belum tiba di lokasi demonstrasi yang diikuti puluhan penyandang cacat yang tergabung dalam Komite Advokasi Penyandang Cacat Indonesia itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puluhan penyandang itu datang dengan meniaki satu bus kecil. Para peserta umumnya tuna netra, cacat kaki, sumbing, cacat lengan dan sebagainya,

Jumono lebih jauh meminta pemerintah mencabut UU 4/1997 tentang Hak Penyandang. "Jika tidak dicabut, direvisi," kata Jumono.

Dengan menuntut hak dipilih dalam Pemilu ini, apakah berarti mereka mendukung Gus Dur yang matanya tak berfungsi sempurna untuk maju sebagai calon presiden? "Ini bukan pesanan. Kami tidak mendukung Gus Dur," kata Direktur Eksekutif Komite Advokasi Penyandang Cacat Indonesia, Rusmarni, yang ditemui di sela-sela aksi. (aba/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini