Lulusan Harvard University ini menggantikan Chen Shui Bian, yang selama 8 tahun kekuasaannya mendengungkan kemerdekaan Taiwan dari China. Ma, yang merupakan mantan Walikota Taipei, kemudian maju mengkampanyekan perbaikan hubungan dengan China dan merevitalisasi perekonomian.
Meski begitu, Ma bersikukuh tak akan mendiskusikan reunifikasi dengan China daratan yang dikuasai Partai Komunis China. Namun Ma menjanjikan peningkatan perdagangan dan pariwisata melalui penerbangan langsung dari China daratan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berjanji pada rakyat negeri ini bahwa saya akan mematuhi konstitusi dan mendedikasikan diri melayani negeri," kata Ma membaca sumpah presiden, seperti dilansir AFP, Selasa (20/5/2008).
Naiknya Ma menjadi presiden menandakan kembalinya Partai Kuomintang ke tampuk kekuasaan setelah 8 tahun lamanya Taiwan dikendalikan Partai Progresif Demokratik yang dipimpin Chen. Kuomintang dinilai lebih 'bersahabat' dengan China Daratan.
Dalam upacara itu, Vincent Siew juga diambil sumpahnya sebagai wakil presiden. Kemudian menyusul pembentukan kabinet yang dipimpin perdana menteri Liu Chao Shiuan.
Taiwan berpisah dari China pada tahun 1949, setelah Partai Komunis China merebut kekuasaan. Namun pemerintah China yang dikuasai komunis tetap menganggap Taiwan sebagai teritorinya dan bahkan mengancam akan menyerang pulau itu jika memproklamirkan kemerdekaan. (aba/fay)










































