Lalu bagaimana para pelajar saat ini memaknai 100 tahun harkitnas. Sepertinya, roh harkitnas sudah tidak dirasakan para pemuda.
"Apa ya? Lupa," kata seorang pelajar SMA, Ami, kepada detikcom, saat ditanya apa arti kebangkitan nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ami bersama ratusan teman-temannya ikut berjalan kaki dari Monumen Kebangkitan Nasional menuju Tugu Proklamasi. Saat ditanya soal perjalanan itu, Ami mengaku tidak mengetahuinya.
"Tadi disuruh, ada ibu-ibu, (saya) ditunjuk ikut jalan-jalan. Ngomongnya ke Monas, mau jalan-jalan," ungkapnya ketika sedang beristirahat di Jl Perintis Kemerdekaan, Selasa (20/5/2008).
Terselip nada merasa tertipu dari ucapan Ami. Namun, Ami mengaku tetap menikmati jalan-jalan itu.
"Senang kok. Memang senangnya jalan-jalan," imbuhnya.
Sementara itu, tanggapan Elsa (16) lebih keras lagi. Pemilik rambut panjang ikal itu mengaku menyesal ikut serta dalam acara, karena sebelumnya ia dijanjikan jalan-jalan ke Monas.
"Dibilanginnya ke monas. Bayangannya nggak jalan begini," katanya
Bagaimana perasaannya? "Sedikit menyesal. Tapi katanya nanti mau dibayar," tambahnya. (gah/gah)










































