"Tidak efektif dengan cara dibatasi ini. Saya hari ini terpaksa beli dua kali," kata Efendi (37), sopir taksi bandara international Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, kepada detikcom, di bandara tersebut, Senin (19/05/2008).
Keluhan juga disampaikan para pengojek motor. "Aku dua kali ke SPBU buat ngisi bensi," kata Budi (26), pengojek yang mangkal di Sekojo.
Pengaruh pembatasan pembelian bensin ini cukup memengaruhi aktivitas warga Palembang. Sampai pukul 21.00 WIB tadi, kota Palembang tampak lengang. Kendaraan yang melalui jalan protokol tampak sepi. Bahkan, sejumlah angkutan kota dan bus kota sudah menghentikan aktivitasnya.
"Penumpang sepi, kak. Sepekan ini penumpang kian sepi bae. Entahlah, kalau BBM benar-benar naik, mungkin tambah sepi bae," kata Harry (23), sopir angkutan kota jurusan Sekojo-Lemabang.
Adapun pembatasan pembelian BBM di SPBU yakni Rp 100 ribu buat taksi, bus kota dan angkot. Rp 75 ribu untuk kendaraan pribadi, dan sepeda motor Rp 15 ribu. (tw/gah)











































