Hal itu disampaikan Prof. Dr. ir. Saul Lemkowitz selaku pembicara kunci pada perhelatan ilmiah pelajar dan profesional Indonesian Students' Scientific Meeting 2008 (ISSM 2008) di Delft University of Technology (TU Delft), 13-15 Mei 2008 bertema Sustainable development in Indonesia: An interdisciplinary approach.
Menurut Lemkovitz, kapitalisme itu diikuti penaklukkan, kolonisasi, perbudakan (dari Afrika), eksploitasi, perpindahan ekses populasi, serta genosida khususnya di Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut associate professor pada TU Delft itu menjabarkan dominansi peradaban Barat hingga 2000, sebelum kebangkitan Cina moderen yang begitu cepat. Dominansi itu meliputi penguasaan dan pengoperasian sistem perbankan internasional. Mengontrol semua valuta keras, menguasai pasar modal internal, dan menebarkan pengaruh kebudayaan dengan penuh perhitungan dengan berbagai komunitas,
Di samping itu mereka kuasa melakukan intervensi militer secara masif, mengontrol jalur-jalur pelayaran, mengendalikan sebagian besar riset-riset ilmiah dan teknik pengembangan canggih. Kemudian mengontrol teknik pendidikan unggulan, mendominasi industri dirgantara dan akses ke ruang angkasa, mendominasi komunikasi internasional, serta mendominasi industri persenjataan hi-tech.
Tantangan bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia adalah bagaimana menyadari anatomi tersebut untuk kemudian mengambil posisi demi kepentingan nasional negaranya.
ISSM 2008 ini sekaligus untuk memperingati 100th Kebangkitan Nasional, diselenggarakan oleh Institute for Science and Technology Studies (Istecs) Chapter Netherlands dan EU, PPI Delft serta PPI Wageningen, bekerjasama dengan TU Delft, CICAT, SNC dan KBRI Den Haag.
(es/es)











































