"Saya sudah katakan bahwa bahwa sudah berbulan-bulan saya tidak menganggap lagi SBY sebagai presiden, karena kejadian Porong. Karena tidak ada keberanian untuk menuntaskan korupsi," kata Gus Dur.
Hal itu dia sampaikan saat memberikan sambutan di acara Munas Alim Ulama dan Halaqah Kebangsaan PKB di Hotel Kartika Chandra, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (19/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang ini para pemimpin parpol termasuk PPP, PKB berlomba curi uang negara, korupsi. Kenapa kita bertahan, tidak lain karena kiai dan ulama. Kiai dan ulama itu akhlaknya bagus, membawa bangsa kita selamat," urainya.
"Saya berbincang dengan Prof Suhardi dari UGM. Prof Suhardi bilang, sumber daya alam kita ada tiga. Pertama, hasil hutan. Kedua, hasil pertambangan. Ketiga, hasil perikanan di laut," jelas Gus Dur.
Menurut Gus Dur, jika sumber daya alam dari laut Indonesia digarap dengan baik, bisa menghasilkana US$ 90 miliar pertahun. Namun, yang terjadi justru pengelolaan hasil laut itu justru dikorupsi.
"Hasilnya, kita hanya mengekspor US$ 2 miliar saja. Karena lautnya diberikan ke Thailand dan Taiwan untuk digarap," ujarnya.
(fiq/nrl)










































