"Saya diberitahu omongan Aksa Mahmud. Aksa Mahmud orang swasta, dia iparnya Jusuf Kalla. Aksa Mahmud bilang kita harus kerja keras supaya Gus Dur tidak ikut Pemilu 2009. Partainya juga tidak ikut pemilu. Yang begini ini kan menginjak-injak hak asasi kita," ujar Gus Dur.
Gus Dur mengatakan hal tersebut dalam sambutannya pada Munas Alim Ulama dan Halaqah Kebangsaan di Hotel Kartika Candra, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (19/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Dur tidak merinci bagaimana upaya Aksa menjegalnya. "Sekarang masalahnya apakah bangsa kita akan melarat atau tidak. Untuk maju sebagai presiden, saya ya nurut. Bagaimana ya, yang akan datang kita lihat saja," jelas presiden RI keempat ini.
Gus Dur mengaku, dirinya kali ini tidak akan tinggal diam. Dulu pada Pilpres 2004, dia diam saja saat dilarang ikut Pilpres.
"Saya diam saja orang-orang yang ngumpul di rumahnya Mega, termasuk dia (Aksa) berniat melengserkan saya, jadinya ya perang saudara. Daripada perang saudara saya ngalah. Oleh KPU, di Pilpres 2004, saya dilarang sebagai calon presiden," beber Gus Dur yang mengenakan batik warna krem keemasan ini. (nik/nrl)











































