BBM Naik, Ali Masykur Tuding Pemerintah Jadi Lintah Darat

BBM Naik, Ali Masykur Tuding Pemerintah Jadi Lintah Darat

- detikNews
Senin, 19 Mei 2008 15:26 WIB
Jakarta - Kenaikan harga BBM sebesar 30 persen dinilai sebagai ajang menghisap darah rakyat. Di hadapan ratusan ulama, Ketua Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB kubu Gus Dur, Ali Masykur Musa, menuding kebijakan itu bagaikan lintah darat.

"Kebijakan pemerintah menaikkan BBM menyerap dan mengisap bagai lintah darat untuk membayar obligasi," kata Ali Masykur Musa dalam sambutannya di acara Munas Alim Ulama dan Halaqah Kebangsaan PKB di Hotel Kartika Chandra, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (19/5/2008).

Menurut Ali, simulasi telah menunjukkan kebijakan Presiden SBY itu tidak tepat. Dari dana subsidi senilai Rp 35 triliun, yang kembali kepada rakyat untuk BLT dan raskin hanya Rp 14 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selebihnya dinikmati oleh orang-orang yang di atas," imbuhnya.

Sekitar pukul 15.00 WIB, Gus Dur datang didampingi istrinya Sinta Nuriyah, sambutan Ali Masykur pun terhenti. Pandangan mata ratusan peserta acara itu pun beralih pada kedatangan Gus Dur yang diiringi paduan suara.

Gus Dur yang duduk di kursi paling depan lantas didatangi sejumlah ulama yang kemudian mencium tangan cucu KH Hasyim Asy'ari itu.

"Inilah PKB, pada situasi apa pun tunduk pada ulama," komentar Ali dari atas podium. "Atas izin Gus Dur, saya memulai," imbuhnya.

Dan Ali pun meneruskan sambutannya. (fiq/nrl)


Berita Terkait