Puluhan mahasiswa itu gagal menyegel SPBU karena dihadang oleh polisi. Bahkan sempat terjadi bentrokan antara mahasiswa dan aparat. Aksi dorong-mendorong pun tak terhindarkan selama 20 menit.
Usai bentrok mereka kemudian melanjutkan aksinya menuju Jl Salemba. Mereka membawa berbagai macam spanduk berisikan kekecewaan rakyat terhadap kepemimpinan SBY-JK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, mahasiswa yang berasal dari GRI, Forum Kota (Forkot), Front Indonesia Semesta (FIS) Universitas Mercu Buana, dan Rakyat Bergerak ini juga membawa poster bergambar wajah SBY yang ditempel di atas gambar bayi.
Di poster itu dituliskan, 'Saya bohongi rakyat dengan janji-janji palsu, Padahal kenaikan harga pokok dan BBM saya yang setujui."
Tak ketinggalan poster wajah JK, juga ikut ditempel di atas gambar tubuh bayi. Di poster itu bertuliskan 'Saya mikirin keuntungan dan komisi, saya biarkan rakyat melarat yang penting saya untung.'
"Jam segini bukan jam ramai untuk SPBU. Jadi saya belum perkirakan kerugian akibat penutupan, tapi yang jelas aksi ini salah alamat," ujar Safrowi, salah satu manajer di SPBU itu.
(ptr/mar)










































