Penembakan brutal ini terjadi di komunitas pertanian kecil di Desa Urnalan, Provinsi Laguna, sebelah selatan Manila, Filipina.
Tersangka yang tidak dikenal memberondongkan senapan otomatisnya ketika warga masih tertidur. Insiden maut ini terjadi pada Senin, 19 Mei dini hari waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menewaskan 8 orang, 6 orang lainnya mengalami luka-luka dalam kejadian ini. Pria itu juga menembak hewan-hewan ternak di daerah itu hingga tewas.
Kepolisian saat ini belum mengetahui motif penembakan tersebut. Namun polisi mencurigai pelaku menderita kelainan jiwa.
"Kami belum mengetahui motifnya," kata kepala kepolisian regional Ricardo Padilla. "Kami yakin ini dilakukan oleh satu orang saja," imbuhnya.
Empat dari delapan korban tewas adalah anak-anak berusia 4 tahun hingga 9 tahun. Insiden ini terjadi hanya tiga hari setelah aksi perampokan berdarah di kota lainnya di Provinsi Laguna. Dalam peristiwa itu, sembilan orang tewas ditembak dari jarak dekat.
(ita/nrl)











































