Belasan dari mahasiswa UMI protes keras atas kebijakan pemerintah yang dinilai justru akan menyengsarakan rakyat. Wajah Presiden SBY yang mereka gambar di atas spanduk berlogo partai Demokrat pun dirobek.
Spanduk juga berisi pesan 100 tahun Kebangkitan Nasional bertuliskan,'Bangsaku berhenti saling menyalahkan. Mari bersama kita majukan Indonesia.' Mereka memukul-mukulkan bambu sepanjang 1 meter ke spanduk hingga robek.
Namun aksi yang dilakukan di depan Kampus UMI, Jl Urip Soemohardjo, Makassar, Senin(19/5/2008), sempat mendapat halauan dari aparat kepolisian. Kapolsek Panakukang AKP Satria A V datang berusaha mencegah dan menghalau mahasiswa yang mencoba merobek spanduk tersebut.
Tak menyerah, mereka pun berpindah ke lokasi lainnya. Aksi yang sebelumnya dilakukan di pintu I kampus, pindah ke depan pintu II kampus UMI. Mahasiswa kemudian kembali melanjutkan aksinya dengan menggelar teatrikal telanjang dada melambangkan hidup rakyat yang diinjak-injak oleh pemerintah.
Sementara, aksi ini sempat menghambat arus lalu lintas sepanjang jalan tersebut. Antrean kendaraan sepanjang 200 meter terjadi di depan kampus, akibatnya kendaraan yang melintas hanya dapat melalui satu jalur saja.
(ptr/ana)











































