"Evaluasi kerja Menteri ESDM harus dilakukan. Maka itu wajar jika DPR memanggil menteri ESDM untuk mempertanyakan kebijakan yang tidak pro rakyat. Dia malah menyengsarakan rakyat dan pemerintah," kata Hidayat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/5/2008).
Hidayat mengatakan, Purnomo yang telah bertahun-tahun menjadi menteri ESDM seharusnya mampu menjawab tantangan harga minyak dunia yang makin tinggi dengan memberikan keuntungan kepada Indonesia. Bukan sebaliknya, membuat Indonesia makin bangkrut, padahal Indonesia kaya sumber daya alam.
"Beliau sudah bertahun-tahun di kementerian itu. Minyak ada di kebijakannya (Purnomo). Tapi mengapa sampai hari ini kok tidak ada kebijakan yang membuat Indonesia bahagia akan minyanya. Padahal Indonesia masih anggota OPEC," ujar Hidayat.'
Hidayat mengatakan, negara-negara produsen minyak lainnya menjadi sangat kaya raya akibat kenaikan harga minyak. "Mengapa Indonesia selalu menjadi negara kekurangan," ujar Hidayat.
Suami dr Diana Abbas Thalib ini menyarankan, pemerintah mencari upaya lain sebelum menaikkan harga BBM. Upaya itu antara lain efisiensi anggaran, efisiensi kebocoran pajak dan bea cukai dan upaya lainnya.
(mar/nrl)











































