Penilaian di atas disampaikannya menjawab pertanyaan wartawan yang mencegatnya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/5/2008).
"Kan itu nggak benar bila negara mau membantu rakyatnya yang kesusahan malah ditolak. Yang jangan sampai terjadi itu, BLT jangan salah sasaran," ujar Mardiyanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan kita larikan masalahnya pada tolak menolak. Nanti terjadi konfrotasi antara pusat dan daerah," sambungnya.
Namun demikian, mendagri belum bisa memutuskan apakah harus menegur para kepala daerah yang menyatakan menolak BLT. Alasannya pernyataan mereka lebih sebagai sikap moral yang ย tidak resmi karena sejauh ini tidak ada penolakan resmi.
"Yang menolak siapa belum jelas, bupati yang mana. Bagaimana pernyataannya dan di mana. Itu kan sulit. Kalau ada surat resmi, kita bisa tolak resmi. Kalau tidak, ya itu beban moral," sambungnya.
(lh/ana)











































