Pada Minggu (18/5/2008) pukul 15.00 Wita, warga yang tinggal di dekat poliklinik dikagetkan dengan teriakan Kopda Said yang mengamuk dan membanting kursi panjang yang berada di bagian depan klinik.
Tak hanya itu, Kopda Said juga berhasil membongkar pagar besi milik poliklinik. Jika diukur dengan kemampuan manusia normal, sungguh tak mungkin bisa dilakukan. Sementara ruang rawat dan penyimpanan obat-obatan pun tak luput dari amuk Kopda Said
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak keamanan yang datang pun tak bisa langsung mengamankan Kopda Said. Saat diborgol dan hendak diamankan, Kopda Said berkeras dan mematahkan borgol. Dua petugas yang memegangnya pun tak kuasa mengangkatnya sehingga memilih jalur persuasif dengan cara mengobrol dengan Kopda Said.
Menurut keterangan petugas Propam, Kopda Said awalnya tersinggung saat menyaksikan taman poliklinik yang baru saja dia bersihkan dijadikan tempat parkir oleh rekannya sendiri. Dari situlah, Kopda Said mengomel dan berujung amukan.
Dari keterangan rekannya, aksi ini bukan pertama kalinya dilakukan oleh Kopda Said, ia pun pernah mengamuk saat masih dinas di Linud 700 VII Wirabuana dan sempat dirawat karena mengalami stres berat.
Hingga berita ini ditulis, petugas Propam dan beberapa tantama berjaga-jaga di sekitar poliklinik, menunggu hasil negosiasi dengan Kopda Said yang segera dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Darat Pelamonia untuk menjalani beberapa pemeriksaan, antara lain untuk pemeriksaan jiwa. (mly/mly)










































