"Mereka yang hadir bukan para anggota dewan melainkan santri-santri dari salah satu Ponpes di Bogor yang dimobilisir untuk ikut meramaikan acara," kata pria yang akrab disapa Cak Imin dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (18/5/2008).
Bahkan Cak Imin menuding klaim-klaim menyangkut para peserta yang hadir tidak didukung dengan fakta-fakta.
"Apalagi, dasar yuridis atau pijakan konstitusional (AD/ART) penyelenggaraan silaturahmi itu juga tidak ada. Yang fakta adalah manuver dan ambisi politik Yenny-Sigid yang ingin menguasai PKB dengan segala cara," ujar dia.
Menurut Cak Imin, anggota DPRD provinsi, kabupaten/kota se-Indonesia dari PKB, yang jumlahnya sekitar 1.200 orang telah memberikan komitmen dan sikap politik. Para wakil rakyat menegaskan sikap untuk lebih berkonsentrasi dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat yang tinggal 1,5 tahun lagi.
"Dengan demikian klaim-klaim menyangkut para peserta yang hadir adalah pepesan kosong karena tidak didukung dengan fakta-fakta," imbuh dia.
Selain itu mengenai Munas Alim Ulama PKB yang digelar Ali Maskur-Yenny juga sangat lucu dan terkesan dipaksakan. "Artinya seperti kata Gus Choi, hantu belau pun bisa dihadir dan dianggap sebagai ulama/kiai. Sebab, fakta riil ulama NU-PKB hingga jajaran PBNU mendukung penuh kepemimpinan Muhaimin di PKB," pungkas dia. (mly/mly)










































