Penolakan itu dilakukan secara terang-terangan karena BLT dinilai berpetensi besar menimbulkan konflik.
Bupati Indramayu Irianto MS Syaifuddin alias Yance menilai, BLT justru akan menyengsarakan rakyat.
BLT menurutnya tidak mendidik masyarakat untuk maju. Sebaliknya bisa menimbulkan kerawanan sosial di tingkat bawah. Hal itu diperparah dengan ketidakakuratan data warga miskin yang dimiliki pemerintah pusat dan daerah.
"Kami berharap ini (BLT) ditinjau ulang," ujar Yance di kantornya, Jumat (16/5/2008).
Menurut dia, daripada pemerintah memberikan BLT, lebih baik digulirkan program padat karya atau pengentasan pengangguran. Dengan demikian maka masyarakat bisa berkembang dan bisa membangkitkan pembangunan wilayah.
"Kami berencana memblokir dana BLT ke sini," lanjutnya.
Sebaliknya sejumlah masyarakat miskin Indramayu malah menunggu-nunggu dana BLT tersebut. Mereka sangat membutuhkannya lantaran melonjaknya harga barang kebutuhan pokok.
"Pembagiannya harus adil, jangan seperti dulu," cetus warga setempat, Karsih. (nvt/nvt)











































