"Dia paranoid, agak agresif," kata Dr Budiman, yang bertugas di RS Dharmawangsa, saat mendampingi bule tersebut di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (16/5/2008).
Bule jangkung berusia 50-an tahun bernama Gregor Voser ini memang diadukan ke sentra pelayanan kepolisian akibat tidak membayar makan siang di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan.
Yang mengadukan, disebutkan pihak Kedubes Swiss karena merasa terganggu dengan ulahnya. "Dia marah-marah dan melempar sepatu serta menendang motor satpam kedubes sampai ringsek," ujar seorang staf kedubes yang enggan disebutkan namanya.
Nah usut punya usut, kisah Voser ini berawal dari tindakannya yang mendatangi kedubes pada Kamis malam 15 Mei 2008. Dia meminta agar pihak Swiss mengabulkan permohonan visa 5 perempuan Indonesia yang dia akui sebagai istrinya untuk diberangkatkan ke negeri di Eropa itu.
"Pihak kedubes tidak mau memberikan, karena takut di sana malah menjadi TKI," ujar staf berkewarganegaraan Indonesia tersebut.
Voser sempat menginap, meski di luar gerbang. Pihak kedubes tidak mengizinkan dia masuk karena takut akan risiko yang muncul.Pada Jumat pagi itulah aksi Voser terjadi. "Karena tetap tidak diizinkan masuk, dia melempar pintu gerbang dengan sepatunya dan menendang motor satpam yang mau masuk ke dalam kedubes," urai staf itu.
Aksi Voser didiamkan saja, hingga kemudian yang bersangkutan ngeloyor untuk makan siang di Ritz Carlton. Di sanalah, bule ini sekitar pukul 13.00 WIB menikmati makan yang dia tidak mau bayar.
Voser meminta pihak hotel menagih bon senilai Rp 380 ribu ke Kedubes Swiss. Pihak hotel lantas mendatangi kedubes, sedang pihak kedubes yang mendapat laporan mengontak Polda Metro yang kemudian mengirimkan Iptu Aimanto untuk menjemput Voser.
"Ini diselesaikan oleh kedua belah pihak secara kekeluargaan. Cuma masalah tagihan makan," kata Kepala SPK Polda Metro Jaya Kompol Sujadi.
Akhirnya wakil dubes Swiss serta staf konsuler sekitar pukul 17.00 WIB, dengan di dampingi dr Budiman dari RS Dharmawangsa datang ke Mapolda Metro Jaya. Setelah berunding, dan diperiksa Voser tidak jadi dilaporkan tapi dibawa ke RS Dharmawangsa.
Saat proses pengangkutan itulah muncul kerepotan. Hingga kemudian 4 reserse diminta bantuan untuk membawa sang bule ke dalam mobil Reskrimum Polda Metro.
Voser sempat menolak, bahkan dia sempat berteriak kepada wartawan dan para reserse. "Saya warga Swiss, saya muslim," ujar Voser yang di Indonesia tinggal di Batu Ceper, Tangerang.
Dia juga mengaku kalau istrinya yang warga Indonesia sedang dirawat di RS Siloam, dan tidak ada yang membayar.
Sempat terjadi tarik ulur saat pengangkutan dilakukan. Voser tidak mau naik ke dalam mobil itu. Sang bule, yang terlihat selalu mengoceh ini, bersedia masuk ke dalam mobil bila wakil dubes Swiss ikut bersamanya. Akhirnya sang wakil dubes mengalah dan ikut mengantarkan Voser.
Tapi Voser kembali berulah, dia meminta agar reserse yang menemaninya di dalam mobil untuk keluar dan tidak ikut ke RS. Namun setelah dibujuk akhirnya Voser menurut. (ndr/nvt)











































