"Biasa agenda mulai 1 Juli hingga April. Kalau saya lihatnya begitu. Mudah-mudahan pemerintah tidak begitu," kata Taufiq di Mega Center, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (16/5/2008).
Menurut Taufiq, negara-negara lain yang sedang krisis tidak menggunakan cara bagi-bagi duit. Melainkan dengan membangun infrastruktur.
"BLT itu kan banyak. Kalau dibuat untuk infrastruktur banyak bagusnya, misalnya mengurangi pengangguran," imbuh dia.
Taufiq mencontohkan dana BLT itu digunakan untuk membangun jalan sehingga masyarakat yang kurang mampu mendapat uang Rp 100 ribu sebagai upahnya.
"Setiap negara yang sedang krisis pertama kali yang dilakukan itu bangun infrastruktur, nggak ada negara krisis bagi-bagi duit," imbuh dia.
Sementara Sekjen PDIP Pramono Anung melihat BLT ini tidak menyelesaikan krisis. PDIP meminta agar BLT ini tidak ditunggangi kepentingan politisi tertentu untuk pemilu atau incumbent.
"Kita tidak mau suudzon. Tapi kalau berkaitan dengan agenda pemilu ini cetho welo-welo (jelas-jelas) tertangkap basah dalam rangka merebut hati rakyat," kata Pram.
Namun menurut dia, saat ini rakyat jeli dan tahu mana pemimpin yang dapat membawa perubahan. (mly/fay)










































