Rohili (29) ditangkap pihak kepolisian saat menanti pembeli di Danau UI, Depok. Di tangannya disita barang bukti 4 gram heroin.
"Tempatnya tidak mencurigakan, bisa dikira mahasiswa," ujar salah seorang pengedar heroin, Rohili (29) di Mapolres Jakarta Selatan, Jl Wijaya II, Jakarta, Jumat (16/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutrisno menuturkan, tidak tertutup kemungkinan para pembei heroin Rohili adalah mahasiswa UI Depok.
Rohili tidak sendirian. 3 Teman Rohili yakni Efendi (22), Zainal (46), dan Torik (35) juga menjual heroin di danau UI Depok. Namun Efendi, Zainal dan Torik ditangkap di tempat berbeda.
Efendi tertangkap di ITC Depok, dengan barang bukti 7 gram heroin. Torik tertangkap di rumahnya di Ragunan dengan barang bukti 184,4 gram heroin dan Zainal yang ditangkap di Jl Pasar Minggu dengan barang bukti 0,7 gram heroin.
"1 gramnya dijual Rp 550 ribu," ujar Rohili yang tangannya bertato naga ini.
Menurut keterangan para tersangka, semua barang distok oleh Efendi yang didapati dari PA dan GO. Keduanya kini masih buron.
"Lumayan buat nambah-nambah. Sehari-hari sopir angkot. Satu gramnya diupah Rp 50-100 ribu," ujar tersangka lainnya, Efendi yang berkepala plontos.
Menurut Kasat narkoba Jakarta Selatan Kompol Sutrisno, pihaknya masih mengejar terus PA dan GO. Keduanya merupakan penguasa heroin di Jakarta Selatan.
"Untuk PA, identitas sudah kita kantongi, untuk GO susah dilacak karena tempat tinggal tidak menetap," pungkas Sutrisno.
(nik/fay)











































