Seorang lagi pegawai bank saat ini dalam kondisi kritis di rumah sakit. Korban-korban itu ditemukan telah tergeletak tewas di lantai gedung cabang Rizal Commercial Banking Corp. di Kota Cabuyao, Provinsi Laguna, sebelah selatan Manila.
Perampokan berdarah itu baru diketahui setelah sejumlah nasabah menelepon polisi karena bank itu belum juga buka seperti biasanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padilla mengatakan, sebelum ditembak mati, para korban disuruh berdiri berbaris. "Setiap korban ditembak di kepala saat berbaris," ujar Padilla.
Dikatakannya, dua petugas keamanan bank saat ini menghilang. Ini menimbulkan kecurigaan bahwa mereka terlibat dalam perampokan itu. Belum jelas berapa banyak uang yang dibawa kabur para perampok.
Menurut Padilla, para perampok kemungkinan menggunakan alat peredam suara. Sebab warga sekitar di daerah tersebut tidak mendengar adanya suara tembakan dari bank tersebut.
Perampokan bank memang kerap terjadi di Filipina. Namun kasus mematikan seperti ini jarang terjadi. Bahkan perampokan kali ini disebut polisi sebagai yang terburuk dalam sejarah negeri itu.
(ita/nrl)










































