Argumen Subsidi BBM untuk Orang Kaya Kebohongan Publik

Argumen Subsidi BBM untuk Orang Kaya Kebohongan Publik

- detikNews
Jumat, 16 Mei 2008 14:42 WIB
Jakarta - Penentang kenaikan harga BBM bertambah. Kali ini, penolakan disampaikan oleh Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR.

"Kami sudah melayangkan surat terbuka setebal 7 halaman untuk Presiden SBY, Ketua DPR, Ketua MPR tentang penolakan ini," kata Ketua FKB Effendi Choirie dalam jumpa pers di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/5/2008).

Selain surat terbuka, kata Effendi, FKB akan menegaskan penolakan tersebut dalam rapat konsultasi dengan Presiden SBY pekan depan. "Kami akan menolak tegas dalam rapat konsultasi itu," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Effendi mengatakan, ada 3 alasan mengapa FKB menolak kenaikan harga tersebut.


Argumen bahwa subsidi BBM selama ini hanya banyak dinikmati orang kaya justru dinilai sebagai kebohongan publik.

"Pernyataan pemerintah itu merupakan kebohongan publik. Pemerintah memang banyak menyubsidi orang kaya tapi bukan di BBM tapi di obligasi dan rekapitulasi perbankan yang jumlahnya lebih dari Rp 65 triliun dalam APBNP 2008," katanya.

Alasan yang lain, FKB menganggap pemerintah tidak jujur mengakui bahwa yang disebut dengan subsidi itu bukanlah cash transfer dan alasan ketiga, pernyataan menaikkan harga BBM akan menolong rakyat kecil mengingkari fakta bahwa BBM adalah nyawa dari semua jenis industri.

"Rakyat pasti akan terpukul oleh naiknya barang-barang karena jika harga BBM naik pengusaha akan melimpahkan bebanya kepada konsumen," ujarnya. (ken/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini