Pemandu Plus Pengamanan

Tur ke Istana

Pemandu Plus Pengamanan

- detikNews
Jumat, 16 Mei 2008 14:36 WIB
Jakarta - Enam belas orang pemandu tur keliling Istana Kepresidenan, Jakarta, bukan lulusan dari akademi pariwisata. Tentu ada alasan kuat mengapa pihak Setneg justru memilih merekrut korps wanita TNI-Polri.

"Ya karena mereka punya kemampuan untuk mengamankan," ujar seorang staff Setneg pada detikcom, Jumat (16/5/2008).

Mengamankan? Mengamankan masyarakat peserta tur? Kurang lebih begitu lah maksudnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maklum fungsi Istana Kepresidenan, Jakarta, adalah tempat kerja dan kediaman resmi Kepala Negara beserta keluarga. Karenanya kompleks Istana Kepresidenan merupakan salah satu obyek vital serta simbol Negara yang harus dijaga dan dihormati benar.

Salah satu tugas para pemandu kelak memastikan anggota rombongan peserta tour menghargai dan menjaga kehormatan Istana Merdeka dan Istana Negara. Bila ada yang melanggar, wajib bagi pemandu untuk mengingatkannya, dan kemudian mengamankannya bila dianggap sudah keterlaluan.

Secara umum peraturannya adalah larangan keras membuat keributan atau onar selama tour berlangsung. Penjabarannya adalah perserta tour dilarang melakukan aksi unjuk rasa, berorasi, kampanye politik. Termasuk menyebarkan pamflet, spanduk atau baliho.

Barang bawaan lain yang dilarang adalah senjata tajam dan senjata api. Peserta juga wajib jaga kebersihan, tidak melakukan aksi vandalisme apalagi mengutil. Kalau Anda nekat melanggarnya, mbak-mbak pemandu tur mengamankan Anda lho.
(lh/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads