Mahasiswa yang berasal daru Kesatuan Aksai Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) DIY langsung dibawa ke Mapoltabes Yogyakarta, Jl Reksobayan, Jumat (16/5/2008). Identitas lengkap mahasiswa tersebut masih belum diketahui.
KAMMI memulai aksinya dari Tugu Yogyakarta. Sebanyak 30 orang mahasiswa mendorong sepeda motor sebagai ungkapan protes rencana kenaikan harga BBM. Di bagian depan sepeda motor terpasang
beberapa poster yang bertuliskan 'Tolak BBM Naik', 'Nasionalisasi Baru Solusi', 'Rakyat Pusing Dibohongi Terus. Mahasiswa juga meletakan jeriken dan plastik bekas air minum kosong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari kantor Pertamina, massa beralih ke Gedung Agung Yogyakarta Jl Ahmad Yani melewati kawasan Malioboro. Namun arena membuat arus lalu-lintas macet, polisi mengamankan koordinator aksi KAMMI.
Di depan pagar Gedung Agung, puluhan polisi juga membuat barikade dan menjaga ketat istana
kepresidenan. Massa tidak bisa mendekat untuk menggoyang atau mendobrak pagar besi Gedung Agung setinggi 2,5 meter.
Para mahasiswa akhirnya hanya bisa berorasi di depan barisan polisi. Puas berorasi, mahasiswa kemudian melemparkan tomat ke halaman Gedung Agung. Namun demikian, tidak ada tomat yang mengenai barikade polisi.
(bgs/djo)











































