Hal tersebut diungkapkan Fachim Fahmi, kuasa hukum Dody, saat berbincang-bincang dengan detikcom melalui telepon Jumat (16/5/2008).
Sebagai seorang suami, Dody mengaku curiga dengan perubahan sikap Wulan beberapa waktu belakangan ini. Berbagai informasi miring tentang perilaku Wulan pun sering diterima Dody dari rekan-rekannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baru pada hari Kamis 15 Mei pukul 01.00 WIB, dia bersama aparat Polsek Depok menggerebeknya di Hotel Seturan kamar 512. Setelah itu baru melapor ke Polres," ungkap Fahmi.
Penggerebekan itu berawal dari kecurigaan Dody terhadap SMS mesra yang mampir ke ponsel Wulan. SMS yang dikirim dengan nama Mika itu bertuliskan kalimat "Sayang, kamu ada di mana?". Usai menerima SMS itu Wulan pamit pada Dody untuk menghadiri acara di Pendopo Kabupaten Sleman.
Namun tanpa diketahui Wulan, Dody kemudian membuntuti dengan motor. Dugaan Dody tidak meleset, istrinya tidak meluncur ke pendopo, melainkan ke dekat Selokan Mataram kawasan Depok, Sleman, Yogyakarta.
Di tempat itu telah menunggu seorang pria menggunakan sepeda motor Yamaha Mio. Keduanya kemudian pergi ke Hotel Seturan dan masuk ke kamar nomor 512. Wulansari tidak bisa berbuat apa-apa saat suaminya dan petugas Polsek Depok menggerebek. Dia tertangkap basah berduaan dengan Kapolsek Mlati AKP Adib, pria selingkuhannya.
(bgs/djo)










































