Pembunuhan itu telah direncanakannya selama berminggu-minggu. Namun dia mengklaim menyayangi korban-korbannya yang terdiri dari istri, anak perempuannya, kedua orangtuanya serta ayah mertuanya.
Menurut kepolisian Wina, Reinhard mengaku "sangat mencintai keluarganya." Dia membunuh mereka supaya mereka tidak menanggung malu akibat kebangkrutan finansial yang dialaminya. Pria Austria itu merugi sebesar 300 ribu euro, yang sebagian besar merupakan uang pinjaman, setelah investasi sahamnya gagal.
Saat diinterogasi polisi, Reinhard terlihat dingin tanpa emosi dan menjawab semua pertanyaan dengan tenang. Demikian seperti diberitakan harian Sydney Morning Herald, Jumat (16/5/2008).
Namun pengacara Reinhard, Ernst Schillhammer mengatakan, kliennya menyesal. Dia membantah anggapan bahwa kliennya terlihat tanpa emosi.
"Dia cuma berkonsentrasi untuk menjawab semua pertanyaan yang diajukan padanya," katanya.
Semua korban dibunuh Reinhard dengan keji. Kepala korban-korbannya dihantam berulang kali dengan kampak. Bahkan tubuh korban juga dimutilasi.
Juru bicara kepolisian Wina mengatakan, pelaku terlihat tenang dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan. Psikiater forensik telah ditunjuk untuk memeriksa kondisi kejiwaan Reinhard.
(ita/nrl)











































