UIN Sunan Kalijaga Anugerahi Mufti Besar Suriah Doktor HC

UIN Sunan Kalijaga Anugerahi Mufti Besar Suriah Doktor HC

- detikNews
Jumat, 16 Mei 2008 08:12 WIB
Jakarta - Mufti Besar sekaligus Ketua Majelis Fatwa Tertinggi Suriah, Dr Ahmad Badrudin Hassoun, akan dianugerahi Doktor Honoris Causa oleh Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Gelar ini akan disematkan Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Dr HM Amin Abdullah pada Kamis, 22 Mei 2008.

"Keistimewaan Sang Mufti yang menjadi salah satu alasan bagi penganugerahan kehormatan dari UIN Sunan kalijaga adalah bahwa Dr Hassoun sebagai pemegang otoritas keagamaan Negara Sunni, bukan hanya bersikap dan berkegiatan secara partikular saja namun ternyata dia bisa memposisikan sebagai community leader, yang berfikir dan bersikap lebih luas, lintas batas dan universal sebagai bagian dari kewarganegaraan dunia," ungkap Wakil Ketua Panitia Dr Susiknan Azhari dalam siaran pers yang diterima redaksi detikcom, Jumat (16/5/2008).

Hassoun juga aktif sebagai anggota Dewan Penasehat dalam komisi internasional untuk mendekatkan madzhab dalam Islam, anggota Komite Pendukung Intifada dan Perlawanan terhadap Proyek Zionisme, pendiri Yayasan Sosial al-Fur'qan, Yayasan Dompet Kesehatan Masyarakat, seorang pemikir dan aktivis dalam hubungan intra-agama dan antar-peradaban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Argumen Sang Mufti tentang satu peradaban, satu agama dan kesucian hidup umat manusia sebagai karya Tuhan di hadapan Parlemen Uni Eropa pada suatu kesempatan sangat memukau tamu undangan yang hadir saat itu," tambah Susiknan.

Dia lahir tahun 1369 H/1949 M di Kota Halb Suriah. Menyelesaikan studi S1 di bidang Studi Islam dan Sastra Arab dengan derajad Cumlaude, dengan disertasi monumentalnya tentang Kitab al-Umm karya Imam Asy-Syafi'i.

Penganugerahan akan disampaikan oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Dr HM Amin Abdullah pada Kamis, 22 Mei 2008. Promovendus pada kesempatan itu akan menyampaikan pidato ilmiahnya yang berjudul 'Dialog Antar Budaya'.

Penganugrahan gelar Doctor Honoris Causa kepada Dr Hassoun oleh Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (sebagai Universitas Islam tertua di negeri ini) merupakan apresiasi atas pemikiran dan dharma baktinya yang besar bagi umat Islam dan kemanusiaan. Di sisi lain, kombinasi sebagai religious leader dan community leader yang diperankan Dr Hassoun merupakan tipikal keislaman yang integratif interkonektif yang dikembangkan UIN Sunan Kalijaga.

Melalui penganugrahan gelar kehormatan kepada salah satu ikon Islam moderat Timur Tengah ini, UIN Sunan Kalijaga juga hendak menegaskan garis hubung antara dua sayap dunia Islam (Timur Tengah dan Asia) dengan mengangkat moderatisme dan nilai-nilai keislaman universal, disamping juga ingin mempererat hubungan bilateral antara Indonesia-Suriah.

Selesai acara penganugerahan gelar Doctor Honoris Causa yang bertempat di gedung Multi Purpose kampus setempat, akan dilanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak dan Roundtable Discussion dengan dosen UIN Sunan Kalijaga. Esok harinya, 23 Mei 2008, Dr Hassoun akan melakukan kunjungan silaturahmi dengan pengurus Pondok Pesantren Modern Gontor dan Pondok Pesantren Putri Mantingan Ngawi bersama Rektor UIN Sunan Kalijaga Beserta para Pembantu Rektor dan staf pengajar, serta Duta besar Indonesia untuk Suriah HM Muzammil Basyumi.
(aba/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads