Dari Akpol di Semarang, Jawa Tengah, muncul berita Sersan Mayor Taruna Tri Pramuda Siburian dikeroyok 30 rekannya sesama taruna. Rekan-rekannya mengeroyok Tri Pramuda karena diduga telah mencuri sejumlah barang milik taruna lainnya.
Kasus ini bermula dari peristiwa kehilangan sejumlah barang milik taruna Akpol. Setelah dicari-cari, barang-barang seperti arloji itu ditemukan di tempat korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tri Pramuda Siburian terpaksa dirawat di RS Elisabeth Semarang. Dia mengalami luka memar di kepala, perut, punggung, dan bagian tubuh lain. Sementara 30 rekannya kemudian ditahan provost.
Sementara di IPDN, ketika berita di Akpol masih hangat, muncul pula berita yang tak kalah menyedihkan. Praja Vevi Aike Yandra ditusuk rekannya sesama praja Muzian Beli dengan sebilah badik.
Penusukan ini dipicu peristiwa jatuhnya daun pintu lemari Vevi yang berasal dari Sumatera Barat itu pada Kamis (15/5/2008) pukul 12.00 WIB di Barak Irian Jaya. Bunyi daun pintu yang terjatuh ini membuat Muzian yang berasal dari Sumatera Selatan itu terganggu tidur siangnya.
Secara spontan, begitu keterangan Plt Rektor IPDN Johanis Kaloh, Muzian menghunus badik yang disimpan di tasnya. Vevi yang tak siap kemudian ditusuk di bagian belakang paha kirinya.
Vevi kemudian dilarikan teman-temannya ke klinik IPDN. Sementara Muzian yang merupakan praja tingkat dua ini sempat melarikan diri ke barak tingkat tiga, sebelum akhirnya diamankan.
Vevi dirawat karena mengalami luka sobek. Sementara Muzian, setelah diamankan Polsek Jatinangor, langsung pada hari itu juga dinyatakan dipecat sebagai praja.
Peristiwa di IPDN ini juga hanya berselang 11 hari sejak praja Chris Benard tewas akibat overdosis alkhol. Praja tingkat IV asal Kalimantan Tengah ini tewas setelah sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit.
Untuk berita lebih lengkap mengenai peristiwa IPDN, silakan klik www.detikbandung.com. (aba/aba)










































