Hal itu disampaikan Dubes RI Luarbiasa Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Belanda J.E Habibie dalam sambutan pembukaan perhelatan ilmiah pelajar dan profesional Indonesian Students' Scientific Meeting 2008 di Delft University of Technology (TU Delft), 13-15 Mei 2008.
Di depan para profesor pembicara kunci, satu utusan dari kabinet Belanda dan partisipan ISSM, Habibie menggunakan sekitar 30% waktunya untuk menjelaskan dan membela kebijakan pemerintah SBY terkait rencana menaikkan harga BBM beserta segala risikonya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada pemerintah yang mau menyengsarakan rakyatnya. Harga minyak memang sudah gila-gilaan. Sementara konsumsi kita jauh lebih banyak dari produksi, akibatnya ada gap besar dalam APBN karena harus impor. Mau ambil uang dari mana? Mikir dong!," kata Habibie dengan nada lantang.
Menurut Habibie, tidak seyogyanya pelajar turun ke jalan-jalan meluapkan emosi, melainkan harus datang dengan argumen dan konsep konkrit.
"Silakan adu konsep dengan pemerintah. Nanti dilihat mana yang paling baik untuk diaplikasikan. Silakan debat di KBRI, juga ok. Jadi untuk kalian jangan coba-coba mendemo KBRI. Kalau demo ke KBRI saya lempar batu kalian!," kelakar Habibie, yang mencairkan suasana serius dan formal menjadi ger-geran.
(es/es)











































