Demikian dikemukakan Dubes RI Luarbiasa Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Belanda J.E Habibie dalam sambutan pembukaan perhelatan ilmiah pelajar dan profesional Indonesian Students' Scientific Meeting 2008 di Delft University of Technology (TU Delft), 13-15 Mei 2008.
Partisipan ISSM 2008 ini datang dari segala penjuru dengan asal negara dan jumlah paper lolos seleksi: Indonesia (14), Belanda (12), Jerman (17), Inggris (8), Republik Ceko (4), Belgia (2), Australia (1), Kanada (1), India (1), Italia (1) Jepang (1) dan Swedia (1).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baru beberapa hari lalu harga minyak mencapai US$120/barel, ini level tertinggi sepanjang sejarah," ucap Habibie.
Ditambahkan bahwa pada saat bersamaan terjadi kekurangan pangan di banyak belahan dunia. Fenomena ini telah menciptakan ketakutan akan krisis pangan global, terutama di negara-negara berkembang.
"Dilema lain yang sedang kita hadapi saat ini adalah pemanasan global akibat polusi tinggi dan pembangunan yang dilaksanakan dengan cara belum berkelanjutan," tandasnya.
Terkait tiga isu besar yang sedang menjadi keprihatinan dunia itu, Habibie memuji kerja keras dan pilihan tema yang ditetapkan Panitia ISSM, yakni Sustainable development in Indonesia: An Interdisciplinary Approach, yang persiapannya telah dilakukan sejak musim panas 2007, jauh sebelum konferensi iklim PBB (UNFCCC) di Bali.
Habibie yakin ISSM 2008 dapat menelurkan kontribusi konkrit untuk negara dalam menghadapi isu di atas.
ISSM 2008 ini terselenggara oleh Istecs Chapter Netherlands dan EU, PPI Delft serta PPI Wageningen, dengan dukungan penuh dari TU Delft, CICAT, SNC dan KBRI Den Haag.
(es/es)











































