"Pemerintah seperti cacing kepanasan. Minyak dunia naik. APBN defisit. Ya cara paling gampang cabut subsidi. Saya kira BLT itu hanya untuk mengelus hati rakyat. Yang namanya mengelus kan enggak selamanya," kata Anggota Komisi Sosial DPR RI DH Al Yusni dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Kamis (15/5/2008).
Dengan pemberian BLT itu, sambungnya, menunjukkan pemerintah sama sekali tidak
punya grand design dalam pengentasan kemiskinan. Yusni juga memandang BLT menyisakan banyak masalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yusni pun meminta pemerintah segera menyusun cetak biru pengentasan kemiskinan yang melibatkan semua elemen rakyat. "Selama kemiskinan masih domain pemerintah, sampai kapan pun masalahnya tak akan pernah selesai," cetusnya.
"Eksekutif, legislatif, yudikatif, korporat, akademik, parpol, LSM dan stake holder lainnya harus menjadikan agenda pengentasan kemiskinan sebagai agenda utama. Saya kira perlu juga ada Hari Kemiskinan Nasional," usul Yusni. (nvt/nrl)











































