Mengelus-elus Rakyat dengan BLT

Mengelus-elus Rakyat dengan BLT

- detikNews
Kamis, 15 Mei 2008 16:52 WIB
Jakarta - Kenaikan harga minyak mentah dunia memicu kenaikan harga BBM Tanah Air. Pemerintah pun kembali menggulirkan pemberian dana kepada rakyat kecil melalui BLT plus. BLT lantas dinilai hanya upaya mengelus hati rakyat.

"Pemerintah seperti cacing kepanasan. Minyak dunia naik. APBN defisit. Ya cara paling gampang cabut subsidi. Saya kira BLT itu hanya untuk mengelus hati rakyat. Yang namanya mengelus kan enggak selamanya," kata Anggota Komisi Sosial DPR RI DH Al Yusni dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Kamis (15/5/2008).

Dengan pemberian BLT itu, sambungnya, menunjukkan pemerintah sama sekali tidak
punya grand design dalam pengentasan kemiskinan. Yusni juga memandang BLT menyisakan banyak masalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masalah itu antara lain data yang tidak akurat, dan yang lebih parah BLT justru menjadi pemicu konflik di tingkat grass root. "Banyak aparat desa yang dimusuhi akibat BLT. Mereka protes karena tak dapat jatah (BLT). Ini bukti memang masyarakat kita masih bermental pengemis," tambahnya.

Yusni pun meminta pemerintah segera menyusun cetak biru pengentasan kemiskinan yang melibatkan semua elemen rakyat. "Selama kemiskinan masih domain pemerintah, sampai kapan pun masalahnya tak akan pernah selesai," cetusnya.

"Eksekutif, legislatif, yudikatif, korporat, akademik, parpol, LSM dan stake holder lainnya harus menjadikan agenda pengentasan kemiskinan sebagai agenda utama. Saya kira perlu juga ada Hari Kemiskinan Nasional," usul Yusni. (nvt/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads