Andi: Risiko Pemimpin Tak Populer

Harga BBM Naik

Andi: Risiko Pemimpin Tak Populer

- detikNews
Kamis, 15 Mei 2008 16:14 WIB
Jakarta - Biar diddemo di sana-sini, pemerintahan SBY-JK tetap akan menaikkan harga BBM. Risiko pemimpin harus siap mengambil keputusan tidak populer.

"Kenaikan BBM ini opsi terakhir. Harga minyak dunia 150 ribu dolar per barel, jebol APBN kita. Ya ini merupakan risiko. Risiko seorang pemimpin ya mau tak mau kadang tidak populer," ujar juru bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.

Andi menyampaikan hal itu usai diskusi publik tentang wacana amandemen UUD 1945, di Hotel Millennium, Jl Fachrudin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (15/5/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andi menuturkan, berdasarkan data jika BBM disubsidi, maka yang menikmati banyak adalah masyarakat kaya. Sedangkan masyarakat miskin hanya menikmati secuil persen.

"Mari lihat datanya saja. 20 Persen subsidi BBM itu paling mungkin dinikmati 7 persen warga miskin. Sementara 40 persen dinikmati oleh 20 persen (orang kaya)," jelas lulusan Fisipol UGM ini.

Harga BBM akan dipastikan naik setelah tanggal 23 Mei 2008. Kenaikan dengan kisaran maksimal 30 persen. (nik/nrl)


Berita Terkait