"Kenaikan BBM ini opsi terakhir. Harga minyak dunia 150 ribu dolar per barel, jebol APBN kita. Ya ini merupakan risiko. Risiko seorang pemimpin ya mau tak mau kadang tidak populer," ujar juru bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng.
Andi menyampaikan hal itu usai diskusi publik tentang wacana amandemen UUD 1945, di Hotel Millennium, Jl Fachrudin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (15/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mari lihat datanya saja. 20 Persen subsidi BBM itu paling mungkin dinikmati 7 persen warga miskin. Sementara 40 persen dinikmati oleh 20 persen (orang kaya)," jelas lulusan Fisipol UGM ini.
Harga BBM akan dipastikan naik setelah tanggal 23 Mei 2008. Kenaikan dengan kisaran maksimal 30 persen. (nik/nrl)











































