2 Kapolsek Digerebek Saat Berselingkuh di Hotel

2 Kapolsek Digerebek Saat Berselingkuh di Hotel

- detikNews
Kamis, 15 Mei 2008 15:45 WIB
Yogyakarta - Citra Polri kembali tercoreng perilaku buruk anggotanya. Dua Kapolsek di Sleman tertangkap basah saat berselingkuh di hotel di kawasan Seturan Kecamatan Depok Sleman. Perbuatan memalukan itu dilakukan Kapolsek Beran AKP Rahmawati Wulansari (30)
dan Kapolsek Mlati AKP Adib Rojikan (30). Kasus ini terungkap berkat laporan oleh Dody Maris Hendrawan (30), suami Wulansari, yang menangkap basah perbuatan bejat istrinya.

Dody mengaku mengetahui perselingkuhan itu setelah melihat SMS yang diterima handphone istrinya pada Rabu 14 Mei sekitar pukul 21.00 WIB. SMS yang dikirim atas nama Mika itu berbunyi 'Sayang Kamu Ada di Mana?'. Tidak lama setelah menerima SMS, Wulansari pamit kepada suaminya untuk menghadiri acara tirakatan peringatan hari jadi Kabupaten Sleman.

"Karena tak percaya dan curiga saya ikuti pakai sepeda motor kemana dia pergi," kata Dody. Sejak awal SMS itu masuk, Dody memang telah curiga bahwa Mika hanyalah nama samaran belaka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dody ternyata tidak keliru. Istrinya bukan pergi menuju pendopo kabupaten tapi ke arah timur. Dody pun terus membuntuti Wulansari dari kejauhan hingga akhirnya berhenti di dekat Selokan Mataram kawasan Depok Sleman.

Di tempat itu telah menunggu seorang pria menggunakan sepeda motor Yamaha Mio. Keduanya kemudian pergi ke Hotel Seturan dan masuk ke kamar nomor 512.

Saat itu hati Dody panas bukan main. Namun dengan sekuat tenaga dia berusaha tetap tenang. Dia kemudian melaporkan semua temuannya ke Polsek Depok untuk melakukan penggerebekan.

Wulansari tidak bisa berbuat apa-apa saat suaminya dan petugas Polsek Depok menggerebek. Dia tertangkap basah berduaan dengan Adib, pria selingkuhannya.

"Semua kejadian sudah saya laporkan ke atasan mereka. Saya harap mereka berdua ditindak tegas," kata Dody di Rumah Makan Vinos Jl Monumen Jogja Kembali, Sleman, Kamis (15/5/2008).

Dody mengaku dirinya sempat mendapat tekanan dari sejumlah pihak agar tidak mengungkapkan kasus ini ke publik. Dia juga dijanjikan kasus ini akan diselesaikan secara internal.

"Tapi sebagai korban dan pelapor, kami ingin kasus ini ada tindakan tegas terhadap keduanya secara proporsional. Tidak perlu ada yang ditutup-tutupi. Mereka adalah pejabat yang harus jadi panutan masyarakat," tukas Dody. (bgs/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads