Walaupun keampuhan dan kebenaran santet tidak pernah dapat dibuktikan, namun kenyataannya, santet sudah jadi bagian di dalam masyarakat. Hal ini bisa tercermin dalam sejumlah film yang pernah dibuat sineas Indonesia tahun 1980-an, seperti Ratu Ilmu Teluh, Guna-Guna Istri Muda, Tumbal Iblis dan Mistik Leak. Kini, sekalipun masyarakat sudah tergolong modern, tetap saja sajian film-film yang berbau mistik masih tetap digandrungi.
Karena kedekatan unsur mistik dengan masyarakat, tidak heran ketika isu-isu terkait mistik , semisal santet menjadi perhatian dan dengan cepat bisa menjadi bahan perbincangan. "Masyarakat Indonesia hingga sekarang masih banyak yang berpikir irasional. Sekalipun di antara mereka sudah berpendidikan tinggi dan punya latarbelakang agama," ujar Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah pejabat maupun selebriti juga sering menggunakan jasa seorang dukun atau paranormal untuk mendongkrak karir atau popularitasnya. Dengan dalil mencari pencerahan hidup, mereka bukan datang kepada seorang ahli agama, melainkan memilih datang ke seorang dukun untuk mendapatkan ilmu pengasihan maupun pesugihan.
Sejauh ini hal mistis yang masih menjadi fenomena di masyarakat adalah santet. Sekalipun soal santet hingga sekarang masih mengundang pro-kontra, namun sebagian besar masyarakat, dari Sabang๏ฟฝ sampai Merauke, percaya kalau santet itu ada dan menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat. Sebab ilmu hitam tersebut bisa mencelakakan hingga membuat tewas korbannya.
Saat ini beberapa peralatan santet dan barang bukti korban kejahatan ilmu hitam itu bisa dilihat di Museum Kesehatan Dr. Ardhyatma, Surabaya. Bagi masyarakat Kota Pahlawan, museum tersebut lebih dikenal dengan sebutan museum santet.
Sebutan ini cukup beralasan, karena selain diisi benda-benda gaib, aroma magis di museum begitu terasa. "Memang di sini suasana mistis sangat kental," ujar Husnan, seorang penjaga museum kepada Imam Wahyudiyanta dari detiksurabaya. Selain beraroma mistis museum yang diresmikan tahun 2004 ini juga menyimpan misteri yang sulit dinalar oleh logika. Pernah suatu hari di tahun 2000, Husni diganggu oleh sepasang boneka Jailangkung dan Nini Towok yang dikoleksi museum.
Malam itu, ketika sedang berjongkok membelakangi boneka tersebut tiba-tiba bahunya ada yang menyentuh. Dan ketika dilihat tangan Jailangkung itulah yang menyentuhnya. Husnan pun langsung kabur dibuatnya. Namun ia masih sempat kembali dan mengintip dari kaca pintu. Bukan main kagetnya Husnan ketika melihat boneka๏ฟฝ Jailangkung dan Nini Towok itu terbang berputar-putar mengelilingi ruangan museum.
Keeseokan harinya Husnan yang ketakutan segera melapor ke dr Hariyadi, perintis museum, yang kebetulan punya kemampuan mengatasi ilmu gaib. Dengan daya linuwihnya sang dokter itu segera menghilangkan unsur magis yang ada di dalam kedua boneka itu. Belakangan diketahui Jailangkung tersebut dulunya milik seorang dukun santet.
Boleh percaya boleh tidak dengan kisah Husnan si penjaga museum. Namun secara faktual beberapa kalangan masih percaya kalau hal-hal mistis itu memang ada dan mengakar di masyarakat. Tidak berlebihan ketika SMS misterius yang disebut-sebut sebagai santet merebak masyarakat menjadi resah.
Tubagus Yuhyi, seorang praktisi santet mengungkapkan, untuk melakukan santet, seorang dukun tidak perlu menggunakan bantuan telepon genggam. Karena energi santet bisa langsung meluncur ke sasaran tanpa perlu perantara benda. "Kalau sudah bicara gaib, semua teknologi tidak ada artinya," kata Yuhyi. Alasanya, berdasarkan pengalamannya, orang yang terkena santet sulit terditeksi oleh peralatan medik yang canggih.
Namun sekalipun berprofesi sebagai praktisi santet, Yuhyi mengaku, ilmu yang dimilikinya hanya digunakan untuk mengobati orang yang terkena santet. Sekalipun harus menyerang, paling-paling yang jadi sasaran adalah dukun santet yang telah menyerang kliennya.
Masalah santet ini, menurut Prof. Dr. Tb. Ronny Nitibaskara, kriminolog Universitas Indonesia, sebenarnya bisa dimasukan dalam kategori kriminal. Sebab masyarakat tidak menyukai tindakan santet. Hal ini terbukti cepatnya emosi masyarakat tersulut ketika mereka mendengar ada pelaku santet. Buntutnya, beberapa orang yang dianggap dukun santet menjadi korban amuk massa hingga tewas.
Karena adanya unsur kriminal yang meliputi dunia santet, namun untuk menghukum pelakunya sangat sulit. Sebab tidak adanya barang bukti yang mampu menjeratnya. Karena santet bekerja di alam gaib. Hasilnya, gagasan Ronny soal kejahatan santet hanya dimasukan dalam pasal tambahan di KUHP yang tidak bersifat substantif, yakni pasal 545 - 547 KUHP.
Tapi pasal-pasal yang mengatur praktik ilmu gaib ternyata juga mandul. Sebab meski dalam psal-pasal itu disebutkan soal larangan peramal atau penafsir mimpi atau dukun yang menjual aneka jimat, nyatanya hingga sekarang sejumlah dukun masih leluasa menawarkan jasa mistiknya. Bahkan mereka semakin gencar beriklan di media massa. (ddg/iy)











































