Ulah ini tentu dapat menyinggung umat Budha yang kerap melakukan pemujaan di tempat itu. Karena itu, Konferensi Agung Sangha Indonesia (KASI) mengadu dan minta perlindungan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.
"Kita sudah sampaikan masalah ini kepada Wapres. Tanggapannya baik. Tinggal bagaimana dibicarakan dan supaya kita menghubungi Dinas Purbakala dan pengelola pariwisata Borobudur," kata Wakil Ketua Pelaksana Panitia Waisak Ariya Chandra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ariya mengatakan, sebenarnya larangan untuk mendaki stupa telah dilakukan dengan papan peringatan dan suara dari loudspeaker. Namun banyak wisatawan yang tidak menggubrisnya.
"Stupa itu bisa didaki, dinaiki seenaknya dan tidak dilindungi. Melarang pakai loudspeaker tidak ada gunanya juga," ujarnya.
Sementara itu anggota Konferensi Agung Sangha Indonesia Bhikkhu Cittagutto Thera mengusulkan agar stupa induk Candi Borobudur dibuat aman dan tidak dapat didaki. (mly/ken)











































