Seorang pria Austria datang menyerahkan dirinya ke polisi dan dengan tenang mengakui kejahatannya. Pria berusia 39 tahun itu mengaku telah membunuh lima anggota keluarganya.
Para korban adalah istrinya, anak perempuannya yang baru berumur 7 tahun, kedua orangtuanya serta ayah mertuanya. Pembunuhan itu dilakukan supaya mereka tidak merasa malu atas kebangkrutan finansial yang sedang dialaminya.
Aparat kepolisian Austria menemukan lima mayat korban pada Rabu, 14 Mei waktu setempat. Mayat istri dan putrinya ditemukan di rumah pelaku di Wina. Keduanya tewas dihantam dengan kampak. Kemudian jenazah tiga korban lainnya ditemukan di rumah mereka di Provinsi Upper Austria.
Demikian disampaikan investigator kriminal Thomas Stecher dalam konferensi pers seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Kamis (15/5/2008).
Pria yang cuma diidentifikasi sebagai Reinhard S itu membunuh kelima korbannya dengan menggunakan kampak. Dia mengaku ingin membebaskan keluarganya dari rasa malu akibat kesulitan ekonomi yang dialaminya.
Pelaku merupakan pemilik perusahaan konsultan humas. Menurut polisi, dia mengawali rentetan pembunuhan dengan menghabisi nyawa istrinya, Barbara (42) dan putrinya, Natalie pada Selasa, 13 Mei lalu.
Dia kemudian mengendarai mobilnya menuju Ansfelden di Provinsi Upper Austria dan membunuh kedua orangtuanya yang berusia 72 tahun dan 69 tahun. Setelah itu, pelaku pergi ke Kota Linz untuk membunuh ayah mertuanya yang berumur 80 tahun.
"Dia benar-benar nyaris tanpa emosi," kata Stecher.
Pelaku saat ini masih terus diinterogasi secara intensif di Wina. Menurut pelaku, dirinya mendapat masalah uang yang sangat besar. Apalagi dia telah meminjam uang dalam jumlah besar dari anggota keluarga.
Kepolisian saat ini masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan bagaimana para korban meninggal. Pelaku bisa terancam hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah atas pembunuhan-pembunuhan tersebut.
(ita/nrl)











































