Demo yang digelar oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) itu dimulai dari Taman Parkir Jl Abu Bakar Ali, Yogyakarta, Kamis (15/5/2005). Dari tempat itu massa kemudian longmarch ke gedung DPRD DIY di Jl Malioboro.
Sesampainya di lobi gedung dewan, massa meminta dipertemukan dengan ketua atau anggota dewan. Namun karena sedang rapat, tak satu pun perwakilan DPRD yang menemui para mahasiswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ingkar janji dengan menaikkan harga BBM. Padahal dulu berjanji tidak akan
menaikkan harga," katanya.
Menurutnya, isu kenaikan harga BBM telah memicu kenaikkan sejumlah barang lainnya. Kondisi ini semakin membuat kehidupan rakyat miskin semakin susah. Bantuan langsung tunai (BLT) yang akan diberikan pemerintah tidak efektif.
"Rakyat dididik jadi pengemis. Selain itu BLT rawan penyunatan atau penyimpangan saat penyalurannya," kata Rivai.
Dalam aksi itu, mereka mengenakan jaket almamater serta membawa bendera IMM. Para mahasiswa juga mengusung berbagai poster dan spanduk yang antara lain bertuliskan 'Tolak Kenaikan Harga BBM', 'Tolak Privatisasi', dan 'Turunkan Harga'. (bgs/djo)











































