"Banyak isu sekarang memojokkan militer. Padahal, militerlah satu-satunya organisasi solid yang mampu menghadapi isu dari luar negeri. Kalau isu dari dalam itu polisi. Hendaknya kita jangan apriori pada militer kita," kata AC Manullang pada detikcom, Rabu (14/5/2008).
Pembatasan peranan militer selama ini, imbuh dia, melalui isu Hak Asasi Manusia (HAM). "Kalau dihubungkan HAM sekarang ini, itu hanya untuk menyalahi jangan sampai menjadi preseden kekuatan militer sekarang ini. Karena militerlah yang sebenarnya mampu menyerap dan menangkal kekuatan kapitalisme asing," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Manullang menilai BIN belum mampu melakukan kontraintelijen terhadap gerak-gerik intelijen asing ini. Demo penolakan kenaikan harga BBM ini, menurut Manullang, terkait dengan Pemilu 2009 yang akan datang, yang mana banyak pihak berebut posisi nomor 1. Kenaikan harga BBM dinilai bisa menurunkan popularitas SBY.
Kinerja intelijen yang efektif bisa menjaga keamanan. "Karena tidak ada intelijan tidak akan tercapai apa pun. Semua harus dimulai dengan keamanan dan kesejahteraan," kata Manullang. (nwk/nrl)











































