Pengamat: Militer Bisa Redam Cawe-cawe Intel Asing

Pengamat: Militer Bisa Redam Cawe-cawe Intel Asing

- detikNews
Kamis, 15 Mei 2008 10:03 WIB
Jakarta - Mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) Dr AC Manullang menilai demo BBM ditunggangi sejumlah pihak termasuk intelijen asing. Kekuatan militer dinilai masih efektif menangkal kepentingan intel asing.

"Banyak isu sekarang memojokkan militer. Padahal, militerlah satu-satunya organisasi solid yang mampu menghadapi isu dari luar negeri. Kalau isu dari dalam itu polisi. Hendaknya kita jangan apriori pada militer kita," kata AC Manullang pada detikcom, Rabu (14/5/2008).

Pembatasan peranan militer selama ini, imbuh dia, melalui isu Hak Asasi Manusia (HAM). "Kalau dihubungkan HAM sekarang ini, itu hanya untuk menyalahi jangan sampai menjadi preseden kekuatan militer sekarang ini. Karena militerlah yang sebenarnya mampu menyerap dan menangkal kekuatan kapitalisme asing," kata dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya Manullang mendukung pernyataan Kepala BIN Syamsir Siregar bahwa demo penolakan harga BBM ini ditunggangi. Manullang bahkan mengatakan banyak agen-agen asing di kabinet SBY. Beberapa pejabat kemungkinan dipengaruhi atau diinfiltrasi intelijen asing.

Namun Manullang menilai BIN belum mampu melakukan kontraintelijen terhadap gerak-gerik intelijen asing ini. Demo penolakan kenaikan harga BBM ini, menurut Manullang, terkait dengan Pemilu 2009 yang akan datang, yang mana banyak pihak berebut posisi nomor 1. Kenaikan harga BBM dinilai bisa menurunkan popularitas SBY.

Kinerja intelijen yang efektif bisa menjaga keamanan. "Karena tidak ada intelijan tidak akan tercapai apa pun. Semua harus dimulai dengan keamanan dan kesejahteraan," kata Manullang. (nwk/nrl)


Berita Terkait