Menurut pengamat intelijen Wawan Purwanto dalam perbincangannya dengan detikcom, Rabu (14/5/2008), momentum kenaikan BBM ini memang ditunggu pihak-pihak tertentu untuk menggebuk kinerja pemerintah.
"Bukan mustahil harga minyak mencapai US$ 200 per barrel. Siapa pun yang memegang kendali pemerintah ya mabok. SBY-JK pasti akan tergencet dari sisi itu," kata Wawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya kemungkinan yang menunggangi demo BBM itu termasuk pihak asing yang mempunyai kepentingan di Indonesia, Wawan mengatakan kemungkinan itu bisa terjadi. Namun, kepentingan asing yang bermain jelas tidak mungkin bergerak sendiri.
Beberapa pihak di dalam negeri, imbuh dia, banyak yang bisa dibayar karena motivasi politik maupun ekonomi. "Bermainnya tidak langsung tapi melalui jaringan. Menghancurkan suatu negara bukan dari asing tapi lewat tangan-tangan orang dalam yang kebetulan mau dibenturkan," jelasnya.
Untuk itu Wawan menganjurkan masyarakat hendaknya lebih rasional, bukan emosional, dan tidak mengedepankan pemikiran sesaat. Kalau tidak, maka masyarakat mudah diadu domba. "Sehingga devide et impera akan menjadi perulangan. Kita tak pernah belajar dari sejarah, akibatnya seperti ini," pungkas dia. (nwk/nrl)











































