BBM Naik, Waspadai Rakyat Lapar Turun ke Jalan!

BBM Naik, Waspadai Rakyat Lapar Turun ke Jalan!

- detikNews
Rabu, 14 Mei 2008 19:49 WIB
Jakarta - Seharusnya pemerintah tidak perlu mengkhawatirkan demontrasi besar-besaran yang dilakukan mahasiswa menolak kenaikan harga BBM. Namun, yang bahaya adalah rakyat yang lapar turun ke jalan.

"Kalau mahasiswa demonstrasi nggak khawatir, tapi kalau orang yang lapar turun ke jalan itu yang bahaya," mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen (Purn) Kiki Syahnarki kepada wartawan usai diskusi dan bedah buku di kantor PBNU Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2008).

Menurut Kiki, saat ini seharusnya yang perlu diperhatikan adalah keberadaan kelompok separatis sedang menunggu Indonesia dalam keadaan chaos. "Ini yang perlu diwaspadai tahun 2008," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari catatan yang diperoleh Kiki, berdasarkan data tahun 2005 tercatat sekitar 300 ribu sampai 1 juta orang yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah terkena dampak kenaikan BBM yang lalu. Banyak industri tutup dan perusahaan menurunkan kapasitas produksinya.

"Saat ini rakyat yang kehilangan mata pencaharian sekitar 2,3 juta sampai  3 juta orang, kondisi sekarang seperti ini, apa nggak bisa saya bayangkan," jelasnya.

Tentang upaya pemerintah mengatasi masalah dampak kenaikan BBM dan PHK, justru Kiki menilai pemerintah tidak memiliki kesiapan soal itu. "Kesiapan pemerintah belum saya lihat untuk mengantisipasinya," jawabnya singkat. (zal/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads