Wartawan memanfaatkan waktu yang memberi dukungan pada Sony Dwi Kuncoro yang saat itu dalam laga lawan Smith dari Inggris. Suasana di ruang kerja wartawan Istana Kepresiden di Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (14/5/2008) berubah menjadi tribun Istora Senayan.
Meski hanya mengikuti pertandingan lewat televisi, tepuk sorak sorai dan caci maki juga membahana di situ. Wartawan duduk mengelilingi sebuah televisi ukuran 29 inchi yang terletak di sudut ruangan dan berteriak girang tiap kali Sony mendapat angka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nasi uduk ikan tongkol. Sony terpuruk kita dongkol!" pantun seorang wartawati.
(lh/nwk)











































