"Pendapat BIN ini bela pemerintah. Mereka kan dibayar pemerintah, mereka membela presiden. Makanya mereka nggak akan peka terhadap tuntutan rakyat," kata Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Abdurrahman Wahid di kantor DPP PKB Jl Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Rabu (14/5/2008).
Hal itu disampaikan Gus Dur ketika ditanya soal pernyataan KaBIN Syamsir Siregar hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Pak As'ad (mantan Wakil Ka BIN) mungkin tidak akan menyatakan seperti itu, tapi kalau yang ini politis," jelas Gus Choi.
Sebenarnya, menurut dia, bila dilihat dari perspektif yang akurat dan realistis, yang menunggangi aksi demonstrasi adalah hati nurani masyarakat. "Saya ketemu Agung Laksono (Ketua DPR), dia cerita tentang bebannya terhadap rencana kenaikan BBM. Dia minta izin pada saya mengatakan itu, kan termasuk menolak kenaikan BBM," ungkapnya.
"Begitu kok ditunggangi, mahasiswa, fraksi menolak kenaikan harga BBM, karena ini terasa berat. Rakyat saat ini kan belum lepas dan masih merasakan dampak kenaikann BBM sebelumnya, kok sekarang mau dinaikkan lagi," ujar Gus Choi.
Apakah perlu diinterpelasi? Effendy menjawab, sebenarnya kalau mau baik-baik tidak perlu interpelasi. "Yang peting presiden bilang, saya mau ngomong di DPR, tolong dijadwal, ketimbang rapat konsultasi dengan pimpinan fraksi yang efeknya kecil. Dia harus bicara di depan semua anggota, tapi apa berani?" tandasnya. (zal/nwk)











































