Gus Dur: Kepala BIN Dibayar untuk Bela SBY

Tudingan Demo BBM Ditunggangi

Gus Dur: Kepala BIN Dibayar untuk Bela SBY

- detikNews
Rabu, 14 Mei 2008 19:30 WIB
Jakarta - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar menyatakan demontrasi besar-besaran menantang kenaikan BBM ditunggangi dan mengancam stabilitas keamanan. Gus Dur menilai, pendapat BIN memang dibayar untuk membela Presiden SBY.

"Pendapat BIN ini bela pemerintah. Mereka kan dibayar pemerintah, mereka membela presiden. Makanya mereka nggak akan peka terhadap tuntutan rakyat," kata Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Abdurrahman Wahid di kantor DPP PKB Jl Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Rabu (14/5/2008).

Hal itu disampaikan Gus Dur ketika ditanya soal pernyataan KaBIN Syamsir Siregar hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, anggota Komisi I DPR dari FPKB Effendy Choirie menambahkan, Syamsir pantas menyatakan hal itu karena selama ini dikenal sebagai tim sukses SBY.

"Kalau Pak As'ad (mantan Wakil Ka BIN) mungkin tidak akan menyatakan seperti itu, tapi kalau yang ini politis," jelas Gus Choi.

Sebenarnya, menurut dia, bila dilihat dari perspektif yang akurat dan realistis, yang menunggangi aksi demonstrasi adalah hati nurani masyarakat. "Saya ketemu Agung Laksono (Ketua DPR), dia  cerita tentang bebannya terhadap rencana kenaikan BBM. Dia minta izin pada saya mengatakan itu, kan  termasuk menolak kenaikan BBM," ungkapnya.

"Begitu kok ditunggangi, mahasiswa, fraksi menolak kenaikan harga BBM, karena ini terasa berat. Rakyat saat ini kan belum lepas dan masih merasakan dampak kenaikann BBM sebelumnya, kok sekarang mau dinaikkan lagi," ujar Gus Choi.
Apakah perlu diinterpelasi? Effendy menjawab, sebenarnya kalau mau baik-baik tidak perlu interpelasi. "Yang peting presiden bilang, saya mau ngomong di DPR,  tolong dijadwal, ketimbang rapat konsultasi dengan pimpinan fraksi yang efeknya kecil. Dia harus bicara di depan semua anggota, tapi apa berani?" tandasnya. (zal/nwk)


Berita Terkait