Mahasiswa STIP Mati Tak Wajar, Rektorat Berkelit

Mahasiswa STIP Mati Tak Wajar, Rektorat Berkelit

- detikNews
Rabu, 14 Mei 2008 19:15 WIB
Jakarta - Pihak rektorat Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) menutupi kematian tidak wajar mahasiwanya, Agung B.Gultom (20). STIP mengaku telah menyerahkan persoalan tersebut kepada polisi.

"Tanya polisi saja. Sudah ditangani di Polres," kata Pembantu III Ketua Bidang Ketarunaan STIP Kapten Suwondo saat dihubungi detikcom Rabu (14/5/2008).

"Kami telah memeriksa 10 mahasiswa senior tingkat 2. Belum ada kesimpulan," ujar Suwondo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, saat dicek ke pihak Polres Jakarta Utara, polisi mengaku belum memeriksa apapun terkait kematian tidak wajar mahasiswa tingkat satu itu.

Agung Gultom meninggal Senin 12 Mei 2008 malam. Mahasiswa asal Surabaya tersebut tewas usai mengikuti latihan pedang pora. Diduga, Gultom dianiaya oleh seniornya pada latihan tersebut.

"Tubuhnya memar dibeberapa bagian vital seperti dada dan tengkuk. Seperti bekas penganiayaan," jelas salah satu sumber detikcom di RSUD Koja yang enggan disebut namanya. RSUD Koja merupakan rumah sakit yang menangani Gultom saat kritis.

Selasa 13 Mei 2008 pagi, jenazah Gultom langsung diantarkan pada keluarga korban ke Tandes, Surabaya Barat, Jawa Timur.

STIP merupakan perguruan tinggi di bidang pelayaran yang berada di bawah Departemen Perhubungan. Lokasi STIP jauh terpencil di Marunda, Jakarta Utara. Sistem pembelajaran sekolah tinggi berasrama tersebut semi militer yang memberlakukan disiplin tinggi. (Ari/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads