"Tanya polisi saja. Sudah ditangani di Polres," kata Pembantu III Ketua Bidang Ketarunaan STIP Kapten Suwondo saat dihubungi detikcom Rabu (14/5/2008).
"Kami telah memeriksa 10 mahasiswa senior tingkat 2. Belum ada kesimpulan," ujar Suwondo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agung Gultom meninggal Senin 12 Mei 2008 malam. Mahasiswa asal Surabaya tersebut tewas usai mengikuti latihan pedang pora. Diduga, Gultom dianiaya oleh seniornya pada latihan tersebut.
"Tubuhnya memar dibeberapa bagian vital seperti dada dan tengkuk. Seperti bekas penganiayaan," jelas salah satu sumber detikcom di RSUD Koja yang enggan disebut namanya. RSUD Koja merupakan rumah sakit yang menangani Gultom saat kritis.
Selasa 13 Mei 2008 pagi, jenazah Gultom langsung diantarkan pada keluarga korban ke Tandes, Surabaya Barat, Jawa Timur.
STIP merupakan perguruan tinggi di bidang pelayaran yang berada di bawah Departemen Perhubungan. Lokasi STIP jauh terpencil di Marunda, Jakarta Utara. Sistem pembelajaran sekolah tinggi berasrama tersebut semi militer yang memberlakukan disiplin tinggi. (Ari/nwk)











































