"Dengan kenaikan harga BBM semacam begini, ini kan semua orang resah. Dalam suasana resah, yang harus dilakukan pemeritah termasuk Kepala BIN, bagaimana membuat rakyat tenang. Jangan malah membuat pernyataan yang meresahkan seperti ini," kata Wakil Ketua Komisi I DPR Yusron Ihza Mahendra saat berbincang-bincang dengan detikcom, Rabu (14/5/2008).
Pernyataan KaBIN ini, menurut Yusron, bisa membuat suasana menjadi runyam. "Yang diperlukan bagaimana pemerintah menenangkan rakyat. Ditenangkan saja, belum tentu tenang kok. Bukannya malah membuat pernyataan yang meresahkan. Jangan sampai dikatakan aksi ini ditunggangi. Di antara pejabat jangan saling tuding, karena bisa menambah makin runyamnya suasana," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yusron memahami kenaikan harga minyak mentah dunia mengakibatkan guncangan di APBN. Negara-negara lain pun pasti mengalami hal yang sama. "Tetapi yang saya tanyakan kepada pemerintah, mengapa kok solusi pemerintah menaikkan harga BBM. Kenapa bukan yang lain. Seharusnya masih ada alternatif-alternatif lain menghadapi tekanan harga BBM ini," ujar adik kandung Yusril Ihza ini.
Yusron kurang setuju dengan pemberian bantuan langsung tunai (BLT) yang akan dilakukan pemerintah sebagai kompensasi dari kenaikan harga BBM. "Cara ini tidak mendidik rakyat, membuat seakan-akan masyarakat mendapat uang dari langit," ujar politisi Partai Bulan Bintang (PBB) ini.
Dia lebih cenderung memilih, bila kenaikan harga BBM dilakukan, maka subsidi dialihkan ke subsidi beras. "Pemberian subsidi ini dijamin tidak bocor. Jadi, beras yang berkualitas tertentu yang selama ini dikonsumsi orang-orang miskin saja yang disubsidi," kata dia. (asy/mar)











































