Ibu berusia 54 tahun itu tak sanggup menutupi kesedihannya. Sang suami, Mahfud (60) pun hanya bisa meratapi kepergian anaknya.
"Anak saya (Istiqomah) terkena flu burung. Dia sempat dirawat di ruang isolasi RS Persahabatan, 4 hari," kata Mahfud di kediamannya, Jalan Dwijaya 4 RT 12 RW 1 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (14/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu pada Minggu malam, remaja itu dibawa ke RS Persahabatan dan dinyatakan positif flu burung.
"10 Hari yang lalu, adiknya (Ahmad Rizki) juga meninggal. Gejalanya sama, demam tinggi, batuk, dan lemas. Dia dibawa ke RS Gandaria. Dikira hanya demam biasa jadi tidak opname, tapi malah meninggal," lanjut Mahfud.
Tidak diketahui apakah Rizki juga terkena flu burung. Sebab dokter belum sempat memeriksa darahnya.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, sampel darah suami istri Mahfud dan 10 anaknya yang lain pun dicek. Istiqomah dan Rizki adalah anak keenam dan ketujuh dari 12 bersaudara.
Sekadar diketahui, rumah keluarga tersebut terletak sekitar 50-100 meter dari pekarangan yang terdapat kandang ayam.
Pada Rabu siang ini, Istiqomah dimakamkan. 'Rumah terakhirnya' terletak tepat di samping makam adiknya. Kedua makam itu masih dipenuhi bunga tabur. (nvt/aba)











































