Tuding Demo BBM Ditunggangi Pejabat, KaBIN Tidak Profesional

Tuding Demo BBM Ditunggangi Pejabat, KaBIN Tidak Profesional

- detikNews
Rabu, 14 Mei 2008 15:57 WIB
Jakarta - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar menuding pejabat dan mantan menteri menunggangi demo BBM. Terhadap tudingan ini, KaBIN dinilai tidak profesional.

"Dalam negara demokrasi seharusnya kepala BIN tidak membuat pernyataan publik. Itu tidak profesional," kata Anggota DPR dari FPKS Fahri Hamzah saat dihubungi detikcom, Rabu (14/5/2008).

Fahri menilai, seharusnya Syamsir bisa menjadi kepala BIN yang baik. Tugas BIN adalah sebagai pembisik kepala negara dan bukan berkoar-koar kepada pers. "BIN kalau punya data dan informasi itu diberikan kepada negara untuk mengambil keputusan," ujar Fahri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kepala BIN bukan partisan  tapi untuk negara. Jadi nggak bisa main tuding sana tuding sini," ujarnya.

Fahri mengatakan, kepala BIN bertugas memberi masukan kepada presiden. "Tidak boleh keliru memberikan masukan dengan sejumlah tudingan," kata Fahri.

Aktivis 1998 ini juga menilai, istilah ditunggangi saat ini sudah tidak berlaku lagi. Jika memang benar ada yang menunggangi apakah bisa ditangkap. "Ini zaman tunggang-menunggang. Eranya sudah terbuka, orang bertemu di mana sudah ketahuan dan telepon orang bisa disadap," tutur Fahri.

"Jadi KaBIN jangan pakai paradigma lama untuk menghadapi situasi ini. Semua orang cemas dengan kenaikan harga BBM," kata Fahri.

(mar/asy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini